KISAH ABU ABU


Website:http://tio02universepoetra.poetry.blog

Cerpen Karangan: Dina Putri Febrina
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam)Cerpen Cinta PertamaCerpen Galau
Lolos moderasi pada: 27 August 2019

Cinta monyetku ini terjadi selagi aku duduk dimasa smk, atau bisa dibilang juga masa abu abu. Ini bukan cinta pertamaku tapi layaknya cinta pertama. Gimana sih rasanya cinta pertama? Pasti terkesan indah bukan? Hehe ..

Awal kenal kami dulu sewaktu duduk di kelas 1 SMK. Saat itu kami juga sama sama mengikuti suatu kegiatan yang sama yaitu; Pemuda Panca Marga

Semakin kemari kami semakin dekat sampai akhirnya timbul rasa dari masing masing diri. Sampai akhirnya hubungan kita tak sembarang hubungan tanpa status yang jelas. Hubungan kami jelas. Bisa dibilang sih ya ga digantung, haha

Hari demi hari berlalu.
Hari berganti minggu,
Minggu berganti bulan,
Bulan, berganti tahun. Tapi, sayangnya hanya bulannya yang kita lewati.
Walau hanya bulan demi bulan yang kita lewati tapi terkesan sangat indah, mungkin memang singkat tapi kenangan yang kau beri tak sesingkat awal jumpa kita..

Mungkin kisah kita takkan berakhir jika kalau tak ada hadirnya dia, susah payah kukuatkan kamu dengan sepenuh kepercayaan tapi teryata kata kata pihak ke-3 lah yang lebih mendengung di telingamu. Lalu apa daya aku? Kepercayaan yang telah kuberikan semua pupus begitu saja. Layaknya ucapanku ini seperti ucapan orang yang baru kau kenal sehingga sulit untuk kamu percayai.

Akhirnya usai juga kisah kita, ini adalah kabar yang ditunggu tunggu oleh orang orang di luar sana.

Tapi, terimakasih telah memberikan momentum terbaik setelah usainya kisah kita. 21 April yang sangat berkesan bagi hidup ini. Saat itu setelah usai kisah ini komunikasi kami masih membaik sampai akhirnya diri ini memberanikan diri tuk memberikan hadiah dihari spesialmu. Semoga ini juga berkesan untukmu, agar tak aku saja yang menggap hari itu spesial.

Harapku, semoga kamu menjadi teman hidupku. Ingatkah candaan dirimu “banyak anak bangak stik ps” sampai sekarang masih terekam jelas di memori otakku. Ingatkah? Jika lupa ya sudahlah, aku tak mekmasamu mengingatnya.

Bulan berganti tahun.
Itu kita lewati semasa kita usai. Kita sama sama menjalani hidup masing masing .. sampai akhirnya kita sama sama sudah duduk di bangku 3 SMK dan saat itu juga aku menemukan penggantiku. Sedang aku? Masih setia menunggumu.. apa kamu tau isi hatiku? Ya sudahlah, biarkan saja aku menyimpan rasa ini di ruang hatiku. Entah kapan kau kan pulang ke diri ini, atau mungkin engkau takkan pulang ke diri ini. Aku tak tau. Hanya waktu yang dapat menjawab

Lama melama kita benar benar berjarak. Rasa rinduku ini? Tak bisa terobti karena jarak membentang hebat. Sejujurnya hati ini terlalu rindu kepada dirimu. Jika bisa kumeminta sesuatu kepadamu aku ingin lepaskan rinduku ini, walau hanya sekedar bercakap dan menikmati secangkir kopi hangat. Setidaknya rindu ini bisa terobati.

Tapi, tampaknya entah masih teringatkah engaku pada diri ini atau tidak, aku tak tahu. Aku terlalu hanyut oleh candamu sampai sulit mengendalikannya sampai saat ini, “jangan panggil aku Rido” ingatkah engkau masalalu yang masih kutunggu tunggu?

Hari ini, Detik ini. Aku masih benar benar menunggu kehadiranmu kembali walau tak pasti aku siap duduk dengan sedihku menahan rindu ini yang semakin tak terkendali. Apa kabar kamu? Apa kabar hati dan fisikmu? Apa masih teringatkah aku di benakmu? Aku rindu. Pahamlah dengan rasaku ini. Sudah mulai kerja kah dirimu? Jangan lupa jaga kesehatanmu. Kalau bawa motor jangan kenceng kenceng yaa, nanti bisa jatuh lagi kaya waktu sama aku, hehe.. teringatkah kamu? Ahh, sudahlah tak perlu diingat ingat kembali. Harapku, hanya menunggumu pulang membawa hati yang tak dapat dibagi oleh siapapun. Semoga kamu tak lupa jalan pulang ke diri ini.

“Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!”

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai